Dior Dior Dior
Berita  

3 Fakta Sopir Jatim Demo Kantor Pertamina Patra Niaga di Surabaya, Bantah Isu Timbun Solar

Dior

Media Berita Surabaya — Ratusan sopir truk dan pengangkut barang dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Terminal BBM Surabaya. Aksi ini berlangsung sebagai respons atas isu yang beredar di publik mengenai dugaan praktik penimbunan bahan bakar solar oleh para sopir.

Para sopir menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan merugikan mereka, terutama karena membuat aktivitas distribusi barang terganggu akibat meningkatnya pemeriksaan serta pembatasan pembelian BBM subsidi.

Dior

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Berikut tiga fakta penting terkait demo tersebut.

1. Sopir Bantah Keras Tuduhan Penimbunan Solar

Isu penimbunan solar oleh sopir truk sempat ramai di media sosial, menuding adanya oknum pengemudi yang sengaja mengumpulkan BBM subsidi untuk diperjualbelikan kembali. Para sopir membantah keras tuduhan tersebut.

Koordinator aksi, Saeful Rahman, menegaskan bahwa para sopir justru menjadi pihak yang paling dirugikan ketika solar langka.
Kami bekerja untuk keluarga. Tidak mungkin kami menimbun solar. Kami justru sering antre berjam-jam hanya untuk mengisi tangki. Isu ini tidak benar dan sudah mencoreng nama sopir di seluruh Jawa Timur,” ujarnya dalam orasi.

Para sopir meminta Pertamina memberikan klarifikasi resmi agar stigma negatif terhadap pengemudi angkutan barang tidak semakin meluas.

2. Keluhkan Pembatasan Pembelian Solar Subsidi

Para sopir juga menyampaikan keluhan atas aturan pembatasan pembelian solar subsidi di sejumlah SPBU. Banyak di antara mereka yang hanya diperbolehkan membeli dalam jumlah terbatas atau bahkan ditolak dengan alasan stok menipis.

Sejumlah sopir mengungkap bahwa pembatasan ini membuat biaya operasional membengkak. Beberapa kendaraan terpaksa menggunakan solar nonsubsidi, sementara tarif angkut barang tidak ikut naik.

Kami bukan menolak aturan. Tapi kalau pembatasan diberlakukan tanpa solusi, kami yang rugi. Tolong pemerintah dan Pertamina pikirkan mekanismenya,” kata seorang sopir dari Pasuruan.

Mereka meminta adanya penyesuaian data pengguna solar subsidi agar sopir angkut barang resmi tetap bisa beroperasi tanpa hambatan.

Kantor Pertamina Patra Niaga
Kantor Pertamina Patra Niaga

Baca juga: Banjir Genangi 3 Kecamatan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah: Siagakan Damkar

3. Pertamina Patra Niaga Siap Lakukan Dialog dan Audit Distribusi

Menyikapi aksi demonstrasi tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga menyatakan terbuka untuk berdialog. Perwakilan Pertamina menemui massa aksi dan menegaskan bahwa mereka akan mengevaluasi sistem distribusi solar subsidi untuk menghindari kesalahpahaman maupun dugaan penyalahgunaan.

Pertamina juga berkomitmen melakukan audit terhadap jalur distribusi solar di beberapa SPBU yang dilaporkan sering kehabisan stok.
Kami akan meninjau kondisi di lapangan dan memastikan solar subsidi tepat sasaran. Aksi sopir ini menjadi masukan penting bagi kami,” ujar perwakilan Pertamina.

Pertamina menegaskan tidak menuduh sopir sebagai penyebab kelangkaan dan akan memastikan komunikasi yang lebih jelas kepada publik jika terjadi gangguan pasokan.

Aksi Berakhir Damai, Sopir Harap Ada Solusi Cepat

Setelah menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Mereka berharap dialog dengan Pertamina dapat menghasilkan solusi nyata agar tidak ada lagi hambatan dalam distribusi solar.

Para sopir menekankan bahwa kelancaran pasokan BBM bersubsidi sangat penting, bukan hanya bagi mereka, tetapi juga untuk menjaga rantai distribusi logistik di Jawa Timur tetap stabil.

Dior