Media Berita Surabaya – Kabar duka menyelimuti Kota Surabaya. Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, dikabarkan wafat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat Kota Pahlawan. Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan penuh pengabdian.
Ungkapan duka cita dan kesaksian atas kepribadian almarhum pun mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan Laila Mufidah, yang mengenang Adi Sutarwijono sebagai sosok yang tidak pernah ingin merepotkan atau menyusahkan orang lain.
Sosok Pemimpin yang Bersahaja
Laila Mufidah menuturkan, semasa hidupnya Adi Sutarwijono dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan menjunjung tinggi nilai kesederhanaan. Dalam keseharian, almarhum tidak pernah menunjukkan sikap berjarak meski menduduki jabatan strategis sebagai Ketua DPRD Surabaya.
“Pak Adi itu orangnya sederhana. Beliau tidak mau menyusahkan orang lain, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun,” ujar Laila dengan suara bergetar.
Tetap Mengutamakan Orang Lain
Menurut Laila, Adi Sutarwijono dikenal selalu memikirkan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Ia kerap menahan rasa tidak enak badan dan memilih tetap menjalankan tugas demi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Sikap tersebut mencerminkan dedikasi dan rasa tanggung jawab tinggi almarhum terhadap amanah yang diembannya.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sosok-Adi-Sutarwijono-Ketua-DPRD-Surabaya-yang-tutup-usia.jpg)
Baca juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Renovasi 100 Rumah Warga Surabaya, Target 500 Unit
Pengabdian Panjang untuk Kota Surabaya
Adi Sutarwijono merupakan figur yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan daerah. Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya, ia dikenal aktif mengawal kebijakan publik, memperjuangkan aspirasi warga, serta menjaga sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Rekan-rekan sesama anggota DPRD menilai almarhum sebagai sosok pemersatu yang mampu menjaga suasana kerja tetap kondusif.
Duka Mendalam dari Rekan dan Masyarakat
Kabar wafatnya Adi Sutarwijono membawa duka mendalam bagi jajaran DPRD Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Sejumlah tokoh politik, pejabat daerah, hingga masyarakat menyampaikan belasungkawa dan doa untuk almarhum.
Ucapan duka juga membanjiri berbagai platform, mencerminkan besarnya penghormatan publik terhadap sosok almarhum.
Teladan dalam Kepemimpinan
Bagi Laila Mufidah, Adi Sutarwijono bukan hanya seorang pimpinan lembaga legislatif, tetapi juga teladan dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama.
“Beliau mengajarkan kami untuk tetap rendah hati, bekerja ikhlas, dan tidak merepotkan orang lain. Itu yang akan selalu kami kenang,” tuturnya.
Kepergian yang Meninggalkan Jejak
Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan jejak pengabdian yang mendalam bagi Kota Surabaya. Sosoknya dikenang bukan hanya karena jabatannya, tetapi karena nilai-nilai kemanusiaan yang ia tunjukkan sepanjang hidup.
Masyarakat berharap semangat pengabdian dan keteladanan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh para penerusnya di DPRD Surabaya.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Di akhir, Laila Mufidah dan seluruh pihak yang mengenal almarhum menyampaikan doa terbaik agar Adi Sutarwijono mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
“Selamat jalan Pak Adi. Pengabdian dan ketulusan Bapak akan selalu kami kenang,” pungkasnya.