Media Berita Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memilih menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) dibandingkan Work From Home (WFH) dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kebijakan ini dinilai lebih fleksibel karena memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja sekaligus mendekatkan layanan langsung ke masyarakat.
Melalui WFA, pelayanan tidak hanya terpusat di kantor, tetapi dapat menjangkau berbagai titik di tengah masyarakat.
Pelayanan Lebih Dekat dan Cepat
Dengan skema ini, ASN dapat memberikan layanan langsung di lapangan, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor pemerintahan untuk mengurus berbagai keperluan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat.
Langkah ini juga dinilai lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Baca juga: Proyek Kereta Urban Surabaya Gandeng Inggris, Eri Cahyadi: Tarif Dijaga Tetap Murah
Efisiensi dan Fleksibilitas Kerja
Selain mendekatkan pelayanan, WFA juga memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN tanpa mengurangi produktivitas. Pemerintah Kota Surabaya menilai sistem ini lebih efektif dibandingkan WFH yang cenderung membatasi interaksi langsung dengan masyarakat.
Efisiensi waktu dan tenaga menjadi salah satu keunggulan dari penerapan WFA.
Dukung Transformasi Birokrasi
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih modern dan adaptif. Pemanfaatan teknologi juga menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan WFA, sehingga koordinasi tetap berjalan lancar.
Dengan pendekatan ini, pelayanan publik diharapkan semakin inovatif.
Harapan Pelayanan Semakin Optimal
Pemkot Surabaya optimistis penerapan WFA dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, cepat, dan efisien bagi seluruh warga.