Media Berita Surabaya — Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada hari Senin menyebabkan banjir menggenangi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sukolilo, Rungkut, dan Tambaksari. Genangan air dengan ketinggian bervariasi mulai 20 hingga 50 sentimeter membuat aktivitas warga terganggu. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, meminta Pemkot Surabaya untuk menyiagakan personel dan armada pemadam kebakaran (Damkar) di lokasi-lokasi rawan banjir sebagai langkah percepatan penanganan.
Hujan Deras Sebabkan Drainase Meluap
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi dalam waktu singkat yang menyebabkan sejumlah saluran drainase meluap. Beberapa titik yang paling terdampak dilaporkan berada di kawasan pemukiman padat dan ruas jalan utama.
Warga mengeluhkan genangan yang datang cepat dan lamban surut. Sejumlah pengendara juga terpaksa memutar arah karena jalan tak bisa dilalui sepeda motor.
“Air naik tiba-tiba, padahal hujan tidak begitu lama. Anak-anak pun sulit keluar rumah untuk beraktivitas,” ujar seorang warga di Kecamatan Sukolilo.
Laila Mufidah Minta Damkar Disiagakan 24 Jam
Melihat kondisi lapangan yang cukup mengkhawatirkan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah menekankan pentingnya kesiapsiagaan instansi terkait, terutama petugas Damkar yang selama ini tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga emergency pumping untuk banjir.
“Damkar harus disiagakan 24 jam di titik-titik rawan banjir. Mereka dibutuhkan bukan hanya saat kebakaran, tetapi juga ketika terjadi genangan tinggi agar pompa portabel bisa segera dikerahkan,” tegasnya.
Laila menilai respon cepat sangat diperlukan agar air tidak dibiarkan menggenang terlalu lama yang dapat menghambat aktivitas warga dan berpotensi merusak fasilitas umum.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/JELANG-EKSEKUSI-Pemkot-Surabaya-memberikan-tanda-silang.jpg)
Baca juga: Upaya Pokdarwis Dongkrak Pendapatan Pelaku UMKM di Kampung Eks Dolly Surabaya
Koordinasi Antar-Instansi Harus Diperkuat
Selain Damkar, Laila turut meminta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk mempercepat pengerukan sedimentasi di saluran, terutama yang langsung terhubung dengan rumah pompa. Ia menilai bahwa sinergi antarinstansi sangat menentukan keberhasilan mitigasi banjir di musim penghujan.
“Kalau hujan ekstrem turun lagi dalam beberapa hari ke depan, kita harus sudah siap. Jangan sampai banjir meluas dan memperparah kondisi warga.”
Rumah Pompa Berfungsi, Tapi Kapasitas Perlu Ditambah
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa rumah pompa di Kota Surabaya dilaporkan berfungsi normal. Namun, tingginya intensitas hujan membuat beberapa saluran tak mampu mengalirkan air dengan cepat.
Laila mendorong agar Pemkot Surabaya segera mengevaluasi kapasitas pompa dan memprioritaskan pembangunan pompa baru di titik-titik rawan, khususnya area cekungan dan kawasan padat penduduk.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi perlindungan keselamatan warga.”
Warga Harap Penanganan Lebih Cepat
Di tengah banjir yang melanda beberapa wilayah, warga berharap pemerintah dapat bergerak lebih cepat. Sejumlah warga mengaku terbantu jika Damkar atau petugas lapangan dapat segera melakukan penyedotan ketika air mulai meninggi.
“Kalau bisa, petugas sudah standby ketika hujan mulai turun,” ujar warga Rungkut.
Pemkot Diminta Perluas Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana
Laila juga mengingatkan agar Pemkot Surabaya terus mensosialisasikan kesiapsiagaan bencana banjir kepada masyarakat, termasuk imbauan untuk tidak membuang sampah ke saluran, menyediakan jalur evakuasi keluarga, serta memastikan instalasi listrik aman saat genangan terjadi.
“Keselamatan warga tetap prioritas utama,” tambahnya.
Upaya Penanganan Banjir Terus Dipercepat
Sementara itu, petugas dari BPBD, Damkar, dan Dinas PU telah diterjunkan ke beberapa titik untuk mempercepat surutnya genangan. Sejumlah pompa portabel dikerahkan ke lokasi dengan ketinggian air tertinggi.
Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa pemantauan cuaca dan kesiagaan alat berat akan ditingkatkan selama puncak musim hujan.






