Media Berita Surabaya — Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya terus berinovasi dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui program digitalisasi koperasi, yang kali ini menyasar 153 Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
Langkah ini diambil sebagai upaya menciptakan sistem koperasi yang transparan, efisien, dan mudah diawasi, serta untuk mempercepat proses pendampingan bagi koperasi yang masih berkembang.
Dorong Koperasi Lebih Adaptif di Era Digital
Kepala Dinkopdag Surabaya, Nirmin Basuki, mengatakan bahwa digitalisasi koperasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing di era modern. Melalui transformasi digital ini, koperasi akan memiliki sistem manajemen berbasis data yang lebih akurat dan mudah diakses oleh pemerintah serta anggota koperasi sendiri.
“Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga soal perubahan mindset dan tata kelola. Kami ingin koperasi di Surabaya menjadi lebih adaptif dan profesional,” ujar Nirmin, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, sebanyak 153 Koperasi Merah Putih yang telah terdaftar akan mendapatkan akses sistem digital terintegrasi yang mencakup pencatatan keuangan, keanggotaan, hingga laporan kegiatan usaha.
“Semua data koperasi akan tersimpan secara real-time di sistem pusat. Ini akan memudahkan monitoring dan pembinaan oleh dinas,” tambahnya.
Monitoring dan Pendampingan Lebih Tepat Sasaran
Menurut Nirmin, digitalisasi juga bertujuan agar pemerintah dapat memantau perkembangan koperasi secara langsung dan objektif, tanpa harus menunggu laporan manual. Melalui sistem tersebut, Dinkopdag dapat mendeteksi koperasi yang aktif, tidak aktif, maupun yang membutuhkan pendampingan khusus.
“Kami ingin memastikan tidak ada koperasi yang tertinggal. Dengan data digital, pembinaan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Dinkopdag juga akan menyiapkan tim pendamping digital yang terdiri dari tenaga ahli koperasi dan teknologi informasi. Tim ini akan turun langsung ke lapangan untuk membantu koperasi yang masih kesulitan beradaptasi dengan sistem baru.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Sebanyak-153-KKMP-di-Kota-Surabaya-telah-resmi-terbentuk-dan-memiliki-akta-hukum.jpg)
Baca juga: Realisasikan Wajib Belajar 13 Tahun, Pemkot Surabaya Kucurkan Rp 118 Miliar Untuk PAUD Tahun 2025
Sinergi dengan Perguruan Tinggi dan Startup Lokal
Dalam pelaksanaan program ini, Dinkopdag menggandeng sejumlah startup digital lokal serta perguruan tinggi di Surabaya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan aplikasi dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan riil koperasi di lapangan.
Salah satu universitas yang turut terlibat adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang akan membantu dalam aspek analisis data dan keamanan sistem.
“Kami bekerja sama dengan akademisi agar platform ini tidak hanya fungsional, tapi juga aman dan berkelanjutan,” jelas Nirmin.
Koperasi Merah Putih Jadi Model Nasional
Program digitalisasi ini juga menjadi bagian dari Gerakan Koperasi Merah Putih yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak 2023. Gerakan tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat gotong royong ekonomi di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Dari total 153 koperasi yang tergabung, sebagian besar bergerak di sektor perdagangan, jasa, dan simpan pinjam. Sejumlah koperasi bahkan sudah mulai menerapkan sistem digital pembayaran dan laporan berbasis aplikasi sejak awal 2025.
“Harapan kami, koperasi Merah Putih bisa menjadi model nasional dalam penerapan tata kelola koperasi modern. Ini akan membawa citra positif bagi Surabaya sebagai kota pionir digitalisasi ekonomi kerakyatan,” kata Nirmin optimistis.
Dukung Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Dinkopdag menargetkan seluruh koperasi di Surabaya sudah menggunakan sistem digital penuh pada 2026. Pemerintah kota juga akan memberikan insentif berupa pelatihan gratis dan bantuan peralatan IT bagi koperasi yang berkomitmen menerapkan sistem digital.
Dengan langkah ini, Surabaya ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Digitalisasi koperasi adalah bagian dari visi besar Surabaya menuju kota ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tutup Nirmin.






