Media Berita Surabaya – Direktur Utama Perum Bulog menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,35 juta ton dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026. Kepastian ini disampaikan untuk menenangkan publik sekaligus memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga.
Menurut Dirut Bulog, ketersediaan beras yang cukup menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Stok Nasional dalam Kondisi Terkendali
Dirut Bulog menjelaskan bahwa stok 3,35 juta ton tersebut tersimpan di gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, termasuk untuk program penugasan pemerintah.
“Dengan stok yang ada saat ini, kami memastikan pasokan beras aman dan cukup hingga Idul Fitri 2026,” ujarnya.
Jaminan Stabilitas Harga Beras
Selain menjaga ketersediaan, Bulog juga berkomitmen menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Stok yang kuat memungkinkan Bulog melakukan intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga, khususnya pada periode rawan seperti menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Dirut Bulog menegaskan bahwa pihaknya siap menyalurkan beras melalui operasi pasar jika ditemukan indikasi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Baca juga: Angin Puting Beliung di Bandara Juanda Surabaya Berkecepatan 48 Knot, BMKG: Akibat Awan Cumulonimbus
Dukungan terhadap Program Pemerintah
Stok beras Bulog juga disiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan beras, stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), serta kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).
Menurut Bulog, keberadaan cadangan yang kuat merupakan instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari dampak fluktuasi harga.
Penyerapan Gabah Petani Terus Digenjot
Dirut Bulog menyampaikan bahwa Bulog terus menggenjot penyerapan gabah dan beras dari petani dalam negeri. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat stok nasional, tetapi juga melindungi petani dengan menjaga harga gabah tetap wajar di tingkat produsen.
Penyerapan hasil panen petani dinilai sebagai strategi penting untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.
Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Hari Besar
Bulog juga telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan permintaan beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Distribusi beras ke berbagai daerah dipastikan berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan di wilayah tertentu.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Imbauan kepada Masyarakat
Dirut Bulog mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan (panic buying). Ia menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras cukup dan Bulog siap menjaga pasokan serta harga tetap stabil,” tegasnya.
Penutup
Dengan stok beras nasional mencapai 3,35 juta ton, Bulog memastikan ketersediaan pangan strategis ini aman hingga Idul Fitri 2026. Komitmen menjaga pasokan, stabilitas harga, serta dukungan terhadap petani menjadi bagian dari upaya Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga kesejahteraan masyarakat.






