Dior Dior Dior
Berita  

Kasus Pengusiran Nenek Elina di Surabaya, Arif Fathoni Dorong Peran Aktif Bakesbangpol Membina Ormas

Dior

Media Berita Surabaya – Kasus dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya menuai perhatian luas dari berbagai pihak. Menyikapi peristiwa tersebut, anggota DPRD Surabaya Arif Fathoni mendorong Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk mengambil peran lebih aktif dalam melakukan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurutnya, penguatan pembinaan ormas penting dilakukan demi menjaga kondusivitas sosial dan mencegah tindakan yang berpotensi melanggar nilai kemanusiaan maupun hukum.

Dior

Kasus Nenek Elina Jadi Sorotan Publik

Kasus yang menimpa Nenek Elina menyentuh kepekaan publik karena melibatkan warga lanjut usia yang diduga mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Peristiwa tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan kemanusiaan, serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Arif Fathoni menilai, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individual semata, melainkan perlu dilihat dalam konteks pengelolaan dan pengawasan aktivitas ormas di daerah.

Dorong Peran Strategis Bakesbangpol

Arif Fathoni menegaskan bahwa Bakesbangpol memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan pendampingan terhadap ormas. Ia mendorong agar Bakesbangpol tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga aktif melakukan edukasi terkait batas-batas kewenangan ormas dalam bermasyarakat.

Menurutnya, ormas harus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan ketertiban, bukan justru memicu konflik sosial.

Pengusiran Nenek Elina
Pengusiran Nenek Elina

Baca juga: Surabaya Bedah 2.240 Rumah Tak Layak Huni di Tahun 2026 Lewat Dandan Omah

Pembinaan Ormas untuk Cegah Aksi Sepihak

Dalam pandangannya, pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar ormas memahami peran dan fungsinya sesuai aturan perundang-undangan. Arif Fathoni menekankan bahwa tindakan sepihak yang merugikan warga, terlebih kelompok rentan seperti lansia, tidak dapat dibenarkan.

Ia menilai pembinaan yang baik akan membantu ormas menjalankan aktivitas sosial secara positif dan konstruktif, sekaligus mencegah tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Pentingnya Pendekatan Humanis dan Berkeadilan

Kasus Nenek Elina, menurut Arif Fathoni, harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan persoalan sosial. Negara dan pemerintah daerah dinilai harus hadir untuk melindungi warganya, terutama mereka yang berada dalam posisi rentan.

Ia juga mendorong agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara adil, transparan, dan tidak tebang pilih, guna menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan aparat.

Harapan Terhadap Pemkot Surabaya

Selain Bakesbangpol, Arif Fathoni berharap Pemerintah Kota Surabaya turut melakukan evaluasi menyeluruh terkait pola pembinaan ormas. Pemkot diminta memperkuat koordinasi lintas instansi agar pengawasan terhadap aktivitas ormas berjalan efektif dan terukur.

Dengan langkah tersebut, diharapkan Surabaya tetap menjadi kota yang aman, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Jaga Harmoni Sosial dan Ketertiban Umum

Arif Fathoni menegaskan bahwa keberadaan ormas sejatinya bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu pemerintah dalam pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, setiap aktivitas ormas harus berada dalam koridor hukum dan etika sosial.

Ia berharap kasus yang menimpa Nenek Elina dapat menjadi momentum perbaikan sistem pembinaan ormas, sehingga harmoni sosial dan ketertiban umum di Surabaya dapat terus terjaga.

Dior