Media Berita Surabaya – Setelah menunggu dengan penuh harap dan rasa cemas, keluarga Reno (27) akhirnya menerima hasil identifikasi DNA yang dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Hasil tes menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan di daerah Bogor beberapa waktu lalu benar merupakan Reno, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak akhir September.
Dalam pernyataan resmi keluarga, mereka menyampaikan bahwa sepenuhnya mempercayai kinerja Polri dan tidak menemukan kejanggalan dalam proses identifikasi maupun penyelidikan.
Hasil DNA Dinyatakan Cocok
Pihak keluarga menerima hasil identifikasi DNA di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (15/10). Hasil uji yang dilakukan oleh tim forensik menunjukkan kecocokan genetik 99,99 persen antara sampel DNA jenazah dengan orang tua Reno.
“Setelah kami melihat hasil pemeriksaan, kami yakin dan menerima dengan lapang dada. Hasilnya jelas dan tidak ada keraguan. Kami percaya sepenuhnya kepada Polri,” ujar Rizal, kakak kandung Reno, saat ditemui usai penyerahan hasil.
Menurut Rizal, meskipun keluarga sempat berharap Reno masih hidup, hasil uji DNA menjadi bukti ilmiah yang tidak bisa dibantah. “Kami ikhlas dan percaya semua ini adalah takdir Allah. Kami berterima kasih kepada tim kepolisian yang bekerja profesional,” tambahnya.
Polri Tegaskan Prosedur Sudah Sesuai Standar
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati, menggunakan prosedur ilmiah sesuai standar internasional.
“Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari pencocokan sidik jari, ciri fisik, hingga pemeriksaan DNA. Semua tahapan sudah dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.
Trunoyudo juga mengapresiasi sikap keluarga yang kooperatif dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Kami berkomitmen memberikan kejelasan kepada setiap keluarga korban. Prinsipnya, Polri selalu bekerja transparan dan profesional dalam menangani kasus seperti ini,” katanya.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Peti-jenazah-Reno-disemayamkan-di-rumah-duka-kawasan-Kampung-Malang-Utara.jpg)
Baca juga: DPRD Jatim Dorong Edukasi dan Deteksi Dini Atasi Kasus HIV di Jawa Timur
Jenazah Diserahkan dan Dimakamkan di Kampung Halaman
Usai proses administrasi dan penyerahan hasil identifikasi, jenazah Reno dibawa ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat, untuk dimakamkan secara layak pada Rabu pagi (16/10). Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta warga sekitar.
“Semua berjalan lancar dan damai. Kami hanya ingin fokus mendoakan almarhum, semoga tenang di sisi-Nya,” tutur ayah Reno dengan suara bergetar.
Tidak Ada Kejanggalan dalam Proses
Menanggapi sejumlah spekulasi yang sempat beredar di media sosial terkait dugaan kejanggalan dalam proses identifikasi, keluarga menegaskan tidak menemukan hal mencurigakan sedikit pun.
“Isu yang beredar di luar itu tidak benar. Kami sudah melihat sendiri hasilnya dan semua dijelaskan dengan terbuka oleh pihak kepolisian. Tidak ada kejanggalan,” tegas Rizal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar, agar tidak memperkeruh suasana dan melukai perasaan keluarga yang sedang berduka.
Penghormatan Terakhir dan Harapan
Keluarga Reno menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh petugas kepolisian, relawan, dan masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian hingga identifikasi.
“Kami tahu Polri sudah bekerja keras siang dan malam. Semoga apa yang mereka lakukan menjadi amal baik, dan semoga tidak ada lagi keluarga yang harus menunggu dengan perasaan tidak pasti seperti kami,” kata sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Kasus Reno menjadi pengingat pentingnya pendekatan ilmiah dalam penegakan hukum dan identifikasi korban. Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi publik, hasil ilmiah yang transparan tetap menjadi dasar kebenaran yang tak terbantahkan.






