Media Berita Surabaya – Dalam rangka percepatan proses identifikasi korban musibah besar yang terjadi di wilayah Jawa Timur, Kepolisian Republik Indonesia melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) resmi memusatkan posko utama di RS Bhayangkara Surabaya. Selain tenaga medis dan forensik yang disiagakan, fasilitas cold storage berkapasitas besar juga difungsikan untuk mendukung kelancaran penanganan jenazah.
RS Bhayangkara Jadi Pusat Identifikasi
RS Bhayangkara Surabaya dipilih sebagai pusat posko DVI karena memiliki fasilitas lengkap, tenaga forensik berpengalaman, serta dukungan infrastruktur medis yang memadai. Sejak posko diaktifkan, sejumlah tim DVI dari berbagai daerah mulai bergabung untuk memperkuat proses identifikasi korban.
“RS Bhayangkara Surabaya sudah terbukti berpengalaman dalam menangani kasus-kasus besar. Dengan sarana dan prasarana yang ada, kami optimistis proses identifikasi bisa berjalan cepat dan akurat,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara.
Cold Storage Berkapasitas Besar Difungsikan
Untuk menjaga jenazah tetap dalam kondisi baik sebelum proses identifikasi, rumah sakit mengoperasikan fasilitas cold storage berkapasitas besar. Fasilitas ini mampu menampung puluhan jenazah sekaligus, sehingga mempercepat penataan dan pengelolaan di ruang forensik.
“Cold storage ini berfungsi menjaga kualitas jenazah agar tidak cepat mengalami kerusakan. Dengan begitu, proses identifikasi, baik melalui sidik jari, gigi, maupun DNA, dapat dilakukan lebih optimal,” jelas salah satu dokter forensik DVI.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rp 71,5 Miliar untuk Beasiswa SMA Sederajat Pada 2026
Tim DVI Libatkan Berbagai Ahli
Proses identifikasi tidak hanya dilakukan oleh dokter forensik, tetapi juga melibatkan ahli odontologi forensik, antropologi forensik, hingga laboratorium DNA. Tim bekerja dalam sistem terintegrasi dengan metode ilmiah yang sudah menjadi standar internasional.
Selain itu, data antemortem berupa rekam medis, foto gigi, hingga data sidik jari korban dikumpulkan dari pihak keluarga untuk mempercepat proses pencocokan.
“Setiap korban akan diperlakukan secara bermartabat. Kami berusaha maksimal agar keluarga segera mendapatkan kepastian identitas,” tegas Kepala Tim DVI.
Keluarga Korban Mulai Berdatangan
Seiring dengan beroperasinya posko, keluarga korban mulai berdatangan ke RS Bhayangkara Surabaya. Mereka diarahkan untuk mengisi formulir antemortem dan memberikan informasi yang relevan, seperti ciri fisik, pakaian terakhir, atau barang pribadi yang dikenakan korban.
“Meski suasana penuh duka, kami bersyukur ada penanganan cepat dan terorganisir. Kami berharap segera ada kepastian tentang anggota keluarga kami,” kata seorang kerabat korban dengan mata berkaca-kaca.
Pemerintah dan Kepolisian Tegaskan Transparansi
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian menegaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan dengan transparan. Informasi terbaru secara berkala akan diumumkan melalui posko informasi resmi yang berada di RS Bhayangkara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Semua data valid hanya dikeluarkan dari posko resmi DVI,” ujar Kapolda Jawa Timur.
Harapan Penanganan Cepat dan Bermartabat
Dengan fasilitas lengkap, tim profesional, serta dukungan cold storage berkapasitas besar, RS Bhayangkara Surabaya diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi. Tujuannya agar seluruh korban dapat segera dikenali dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.
“Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada korban dan pelayanan kemanusiaan bagi keluarga. Kami bekerja secepat mungkin, namun tetap hati-hati agar hasil identifikasi benar-benar akurat,” pungkas Kepala Tim DVI.






