Media Berita Surabaya – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan lumbung pangan hingga ke tingkat desa sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Kebijakan ini ditegaskan untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata, stabilitas harga, serta kesiapsiagaan menghadapi krisis pangan dan bencana.
Arahan tersebut menjadi bagian dari fokus pemerintahan Prabowo dalam menjadikan sektor pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa.
Perkuat Ketahanan Pangan dari Akar Rumput
Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan tidak cukup dibangun dari pusat, tetapi harus dimulai dari desa sebagai basis produksi dan distribusi pangan. Dengan adanya lumbung pangan desa, masyarakat diharapkan memiliki cadangan pangan yang memadai dan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Desa harus kuat secara pangan. Jika desa kuat, maka nasional juga kuat,” tegas Prabowo dalam arahannya.
Antisipasi Krisis dan Fluktuasi Harga
Pembangunan lumbung pangan desa juga ditujukan untuk mengantisipasi krisis pangan, baik akibat perubahan iklim, gagal panen, bencana alam, maupun gejolak global. Keberadaan cadangan pangan di tingkat desa dinilai mampu meredam lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan.
Dengan sistem penyimpanan yang baik, hasil panen petani dapat disimpan dan dimanfaatkan saat kondisi darurat atau musim paceklik.
Dorong Kesejahteraan Petani
Selain menjaga ketersediaan pangan, kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Lumbung pangan desa memungkinkan petani tidak menjual hasil panen secara tergesa-gesa saat harga rendah.
Petani dapat menyimpan hasil panen dan menjualnya pada waktu yang lebih menguntungkan, sehingga nilai tukar petani meningkat.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Jukir Liar di Tanjung Anom Surabaya, Berawal dari Keluhan Warga
Libatkan Pemerintah Daerah dan BUMDes
Presiden Prabowo meminta agar pembangunan dan pengelolaan lumbung pangan melibatkan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kelompok tani. Sinergi ini penting agar lumbung pangan dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
BUMDes diharapkan berperan sebagai pengelola utama, mulai dari penyimpanan, distribusi, hingga penguatan rantai pasok pangan lokal.
Terintegrasi dengan Program Nasional
Pembangunan lumbung pangan desa akan diintegrasikan dengan berbagai program nasional di sektor pertanian dan pangan, seperti peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya, serta modernisasi pertanian.
Pemerintah pusat juga akan menyiapkan dukungan anggaran, teknologi penyimpanan, dan pendampingan teknis agar program berjalan efektif.
Peran Strategis Desa dalam Kedaulatan Pangan
Kebijakan ini sekaligus menegaskan peran strategis desa dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Desa tidak hanya diposisikan sebagai produsen bahan pangan, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas pasokan dan harga.
Dengan lumbung pangan yang tersebar hingga pelosok, distribusi pangan diharapkan semakin merata dan efisien.
Respons Positif Berbagai Pihak
Arahan Presiden Prabowo tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan pelaku pertanian. Mereka menilai pembangunan lumbung pangan desa sebagai langkah konkret dan berjangka panjang untuk memperkuat sistem pangan nasional.
Pengamat pertanian menilai kebijakan ini tepat di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global.
Target Jangka Panjang Pemerintah
Pemerintah menargetkan pembangunan lumbung pangan desa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas strategis nasional yang tidak boleh ditawar.
Menuju Indonesia Tangguh Pangan
Dengan perintah pembangunan lumbung pangan hingga tingkat desa, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri, tangguh, dan berdaulat di bidang pangan.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan.






