Media Berita Surabaya – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli meresmikan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Surabaya sebagai upaya strategis pemerintah dalam memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan kinerja penerapan K3 di dunia usaha dan industri. Peresmian balai ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di Indonesia.
Peresmian Balai K3 Surabaya tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, perwakilan dunia usaha, asosiasi profesi, serta para pemangku kepentingan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
Komitmen Pemerintah Tingkatkan Keselamatan Kerja
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus tertanam kuat di setiap sektor industri. Menurutnya, penerapan K3 yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas kerja, serta kesejahteraan tenaga kerja.
“Keselamatan kerja bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi harus menjadi budaya. Dengan budaya K3 yang kuat, kinerja perusahaan dan perlindungan pekerja akan meningkat,” ujar Menaker.
Balai K3 sebagai Pusat Edukasi dan Pembinaan
Balai K3 Surabaya dirancang sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan pembinaan K3 bagi perusahaan, tenaga kerja, serta pengawas ketenagakerjaan. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang K3, sekaligus menjadi rujukan dalam penerapan standar keselamatan kerja yang sesuai dengan regulasi nasional dan internasional.
Balai ini juga dilengkapi dengan sarana pelatihan, laboratorium, serta fasilitas simulasi yang mendukung pembelajaran praktis terkait keselamatan kerja di berbagai sektor industri.

Baca juga: Tak Ada Perayaan, Sampah saat Malam Tahun Baru 2026 di Surabaya Turun Drastis
Dorong Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
Menaker Yassierli menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam penerapan K3. Ia mengingatkan bahwa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja tidak hanya merugikan pekerja dan keluarganya, tetapi juga berdampak pada perusahaan dan perekonomian nasional.
“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Dengan sistem K3 yang baik, kita bisa menekan angka kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,” tegasnya.
Peran Strategis Dunia Usaha dan Industri
Dalam kesempatan tersebut, Menaker juga mengajak dunia usaha dan industri untuk aktif memanfaatkan Balai K3 Surabaya sebagai mitra dalam meningkatkan standar keselamatan kerja. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Perusahaan didorong untuk tidak melihat K3 sebagai beban biaya, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang mendukung keberlangsungan usaha.
Dukungan Terhadap Pembangunan SDM Unggul
Keberadaan Balai K3 Surabaya juga sejalan dengan agenda nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Lingkungan kerja yang aman dan sehat dinilai menjadi prasyarat penting dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif dan berkualitas.
Menaker berharap Balai K3 ini dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur dan kawasan Indonesia bagian timur.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Menutup sambutannya, Menaker Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pengoperasian Balai K3 Surabaya. Ia berharap balai ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Semoga Balai K3 Surabaya menjadi pusat unggulan dalam pengembangan budaya keselamatan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi dunia kerja Indonesia,” pungkasnya.
Peresmian Balai K3 Surabaya ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh Indonesia.






