Media Berita Surabaya — Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemerintah Kota Surabaya kembali memasuki tahap pemaparan makalah dan uji wawancara. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Lasidi, pejabat internal yang kini memaparkan empat misi strategis untuk memperkuat kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya jika dirinya dipercaya memimpin dinas tersebut.
Empat Misi Strategis Didorong untuk Transformasi Pelayanan
Dalam presentasinya di hadapan tim pansel, Lasidi menekankan perlunya transformasi menyeluruh pada DPM-PTSP. Ia memaparkan empat misi strategis yang dianggap menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik, yaitu:
1. Digitalisasi Pelayanan Terintegrasi
Lasidi menilai bahwa layanan perizinan harus semakin cepat, mudah, dan tanpa hambatan birokrasi. Ia mengusulkan:
-
Integrasi penuh seluruh perizinan ke aplikasi tunggal,
-
Pemanfaatan teknologi real-time tracking untuk memantau progres izin,
-
Penguatan cloud system dan keamanan data.
“Masyarakat Surabaya harus bisa mengurus izin dari mana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kantor. Digitalisasi total adalah solusi utama,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Pria Bertato di Diskotik Surabaya hingga Tewas
2. Kepastian Waktu dan Transparansi Proses Perizinan
Untuk menghilangkan praktik percaloan dan memperkuat kepercayaan publik, Lasidi menekankan perlunya transparansi melalui:
-
Standardisasi waktu layanan yang ketat,
-
Dashboard informasi publik yang dapat diakses masyarakat,
-
Mekanisme pengaduan terintegrasi dan mudah digunakan.
Menurutnya, DPM-PTSP harus menjadi contoh lembaga dengan layanan terbuka dan dapat diaudit oleh publik.
3. Mendorong Investasi Berkelanjutan
Lasidi menargetkan peningkatan investasi sebagai motor penggerak ekonomi Surabaya. Ia memprioritaskan:
-
Kemudahan perizinan bagi UMKM dan startup,
-
Pendampingan investor dari tahap awal hingga operasional,
-
Promosi peluang investasi melalui investment forum dan pameran nasional.
“Surabaya harus menjadi kota ramah investor tanpa mengorbankan kualitas pelayanan dan pengawasan,” jelasnya.
4. Penguatan SDM dan Budaya Pelayanan Prima
Lasidi menyampaikan bahwa digitalisasi tidak akan berjalan tanpa SDM yang kompeten. Karena itu, ia menawarkan:
-
Pelatihan layanan prima berbasis hospitality,
-
Penilaian kinerja berbasis reward and punishment,
-
Penugasan staf sesuai kompetensi inti.
Ia menyebut bahwa budaya pelayanan yang ramah dan responsif akan menciptakan pengalaman positif bagi pemohon izin.
Siap Bawa DPM-PTSP Menjadi Lembaga Pelayanan Terdepan
Dalam uji wawancara, Lasidi menekankan bahwa empat misi yang ia sampaikan bukan sekadar konsep, tetapi rencana kerja yang dapat diimplementasikan dalam 100 hari pertama. Ia mengaku siap berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah serta pelaku usaha untuk memajukan iklim investasi Surabaya.
“Tugas utama DPM-PTSP adalah menghadirkan pelayanan cepat, akuntabel, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kota. Itu yang akan saya prioritaskan,” tegasnya.
Pansel Apresiasi Gagasan Para Peserta
Tim seleksi yang berasal dari unsur pemerintah pusat, akademisi, dan profesional menyambut baik pemaparan seluruh peserta, termasuk gagasan Lasidi. Pansel menilai visi transformasi digital dan peningkatan kualitas investasi menjadi isu strategis yang selaras dengan arah pembangunan Surabaya.
Hasil akhir seleksi akan diumumkan setelah seluruh penilaian selesai, termasuk rekam jejak, uji kompetensi, dan asesmen manajerial.






