Media Berita Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan bedah 2.240 rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program unggulan Dandan Omah, yang telah menjadi salah satu instrumen penting penanganan kemiskinan dan perbaikan lingkungan permukiman.
Program ini difokuskan untuk membantu warga berpenghasilan rendah agar dapat tinggal di hunian yang aman, sehat, dan layak.
Dandan Omah Jadi Solusi Hunian Layak
Program Dandan Omah merupakan upaya Pemkot Surabaya dalam memperbaiki kondisi rumah warga yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi struktur bangunan, sanitasi, maupun keselamatan.
Melalui program ini, rumah warga direnovasi sesuai kebutuhan, mulai dari perbaikan atap, lantai, dinding, hingga fasilitas dasar seperti kamar mandi dan sanitasi lingkungan.
Target 2.240 Rumah di Berbagai Wilayah
Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 2.240 rumah yang tersebar di berbagai kecamatan. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui pendataan dan verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran.
Rumah-rumah yang diprioritaskan adalah milik warga kurang mampu, lanjut usia, serta keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rentan.

Baca juga: Resmikan Balai K3 Surabaya, Menaker Yassierli: Dorong Penguatan Budaya dan Kinerja Keselamatan Kerja
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Pelaksanaan program Dandan Omah tidak hanya melibatkan pemerintah kota, tetapi juga didukung oleh peran aktif masyarakat, kelurahan, dan kecamatan. Gotong royong menjadi nilai utama dalam pelaksanaan program ini, sehingga proses renovasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Pemkot Surabaya juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan.
Tingkatkan Kualitas Hidup dan Lingkungan
Perbaikan rumah tidak layak huni diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya dari sisi kesehatan dan keselamatan. Rumah yang layak dinilai dapat menekan risiko penyakit, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung tumbuh kembang keluarga.
Selain itu, program ini juga berdampak positif terhadap penataan lingkungan permukiman agar menjadi lebih bersih dan tertata.
Bagian dari Penanganan Kemiskinan Terpadu
Pemkot Surabaya menegaskan bahwa Dandan Omah merupakan bagian dari program penanganan kemiskinan terpadu. Tidak hanya fokus pada perbaikan fisik rumah, pemerintah juga mengintegrasikan bantuan sosial lainnya seperti akses kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dengan pendekatan terpadu ini, Pemkot berharap warga penerima manfaat dapat bangkit secara ekonomi dan sosial.
Komitmen Surabaya Menuju Kota Layak Huni
Melalui target bedah 2.240 rumah di tahun 2026, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang inklusif dan layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program Dandan Omah diharapkan terus berlanjut dan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni serta meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya.






